Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar)
menyadari keberhasilan porgram dan kegiatan kesiapsiagaan menghadapi
bencana harus dilakukan secara simultan dan terencana dengan melibatkan
semua pihak, terutama kalangan jurnalis dan media massa.
"Untuk
itu, BPBD senantiasa meningkatkan kerjasama dan mendorong pihak-pihak
terkait dengan kebencanaan untuk melakukan kampanye kesiapsiagaan
melibatkan jurnalis dan media massa," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD
Sumbar, Yazid Fadhli dalam pertemuan dengan pengurus Jaringan Jurnalis
Siaga Bencana (JJSB) di Padang, Rabu (4/1).
Dalam pertemuan yang membahas rencana kerjasama kedua pihak itu, Yazid didampingi
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Sumbar, Ade Edward dan Kepala Bidang
Tanggap Darurat BPBD Sumbar, Indra Bakti.
Sedangkan
pengurus JJSB dipimpin Ketua, John Nedy Kambang, Trio Jenifran
(Sekretris), Hendra Agusta (Manager Organisasi dan Hubungan Antar
Lembaga) dan Rino Zulyadi (Manager Program).
Yazid menyatakan,
jurnalis berperan penting dalam menyiapkan masyarakat untuk tangguh dan
tanggap menghadapi resiko bencana. Karena itu, BPBD terus meningkatkan
kerjasama yang lebih intensif dengan kalangan media massa.
"Jurnalis dan media massa menjalankan multi fungsi, tidak sekedar penyampai pesan, melainkan
namun juga bisa memberikan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat luas," katanya.
Sedangkan
Kepala Pusdalops BPBD Sumbar Ade Edward menambahkan, awak media massa
adalah salah satu ujung tombak penanggulangan bencana.
"Seringkali,
jurnalis justru tahu lebih awal dari petugas. Perkembangan media yang
begitu pesat, termasuk munculnya jejaring sosial seperti facebook,
twitter dan Blackberry Messenger (BBM), mau tidak mau harus dimanfaatkan
sebagai bagian penting kesiapan siagaan dan penanggulangan bencana.
Sementara
itu, Ketua JJSB, John Nedy Kambang menyebutkan, sejak berdiri 29
Januari 2009 lalu, JJSB telah melakukan berbagai bentuk kampanye
kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Kegiatan
dilakukan meliputi, menerbitkan Koran Siaga Bencana yang dibagikan
secara gratis kepada masyarakat dan mendirikan Stasiun Radio Komunitas
SIAGA FM 107,5.
Selain itu, secara intensif JJSB melakukan kampanye kesiapsiagaan melalui diskusi
berkala membahas berbagai issu strategis dalam penanggulangan bencana dengan melibatkan
pihak-pihak terkait.
Kegiatan
serupa juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis itu sendiri
dalam melakukan liputan atau reportase yang berkaitan dengan bencana.
"Banyak
protes terhadap media massa, karena dianggap memberikan kabar pertakut
kepada masyarakat melalui pemberitaan masing-masing. Mudah-mudahan di
masa mendatang, hal itu tidak terjadi lagi," katanya.
Bentuk kerjasama BPBD Sumbar-JJSB yang akan dilakukan adalah, menyelenggarakan
workshop meningkatan kapasitas jurnalis Sumbar dalam menulis laporan dan berita kerkait
kesiapsiagaan dan penanggungan bencana yang cepat dan akurat.(*)
Sabtu, 29 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar