Juara Satu Lomba Poster Siaga Bencana

Annisah Suharman,Berhasil memenangi lomba poster siaga tingkat sekolah dasar.

JJSB Terbitkan Koran Siaga Bencana

Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) Indonesia menerbitkan media Koran Siaga Bencana sebagai satu program kerja untuk mengkampanyekan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dan menanggulangi bencana.

Radio Siaga Bencana Mulai Mengudara

Siaran Radio Siaga Bencana FM, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengudara (on-air) melalui frekwensi 107,5 MHz.

BPBD-JJSB Tingkatkan Kerjasama

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) menyadari keberhasilan porgram dan kegiatan kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dilakukan secara simultan dan terencana dengan melibatkan semua pihak, terutama kalangan jurnalis dan media massa.

JJSB dan Mahasiswa UBH Bagikan Peta Evakuasi Tsunami

Kampus I, Univ. Bung Hatta - Masih dalam suasana mengenang gempa 7,9 SR yang meluluhlantakkan sebagian besar kota Padang dan Padangpariaman setahun lalu, beberapa orang relawan mahasiswa Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB)

Kamis, 17 Februari 2011

Jurnalis Padang Dirikan Radio Komunitas Siaga Bencana

TEMPO Interaktif, Padang - Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB), organisasi beranggotakan sejumlah jurnalis Sumatera Barat, akan segera mendirikan radio komunitas siaga bencana di Padang.

Koordinator JJSB Jhonedy Kambang mengatakan radio yang didirikan atas dukungan dana dari lembaga kemanusiaan internasional ‘Trocaire Irlandia' senilai lebih Rp100 juta dan melibatkan Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) di Sumatera Barat.

“Sekarang kita sedang mengurus izin dan mencari lokasi, pendirian dimulai awal April 2010 dan direncanakan sudah mengudara pada Mei 2010. Radio komunitas siaga bencana ini direncanakan bernama ‘Siaga FM' akan mengudara di Frekuensi Modulation (FM) untuk warga Kota Padang ,” kata Jhonedy Kambang, Sabtu (10/4).

Ia mengatakan, radio komunitas siaga bencana diperlukan karena Padang merupakan daerah rawan gempa dan tsunami dengan penduduk 800 ribu dan sebagian besar berada di kawasan berbahaya di pesisir pantai.

“Siarannya, diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, khususnya gempa dan tsunami, diiringi peningkatan pengetahuan tentang kebencanaan agar bencana gempa dan tsunami tidak lagi menakutkan bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, radio ini akan memperkuat lembaga pendidikan formal dalam penanggulangan gempa dan tsunami di Sumatra Barat. Selain itu dibangun terintegrasi dengan sistem penyebaran informasi peringatan dini yang digunakan pemerintah daerah.

“Untuk uji coba tahap awal, kita akan siaran 4 jam per hari, dengan acara mulai dari informasi tentang kebencanaan hingga hiburan seperti game tentang edukasi gempa dan tsunami,” kata Jhonedy Kambang.
FEBRIANTI

Liputan Penting, Keselamatan Wartawan Juga Penting

http://www.bungoteboekspres.com/berita-1308-liputan-penting-keselamatan-wartawan-juga-penting.html

BERADA di daerah rawan bencana adalah resiko tersendiri bagi seorang jurnalis. Dia harus mempunyai bekal yang cukup agar bisa melaporkan dan menyampaikan peristiwa secara detail, tanpa mengenyampingkan keselamatan diri.

Setidaknya, inilah yang sempat mengapung saat workshop Jurnalis Siaga Bencana Se-Indonesia, yang digelar Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) bekerjasama dengan Mercy Malaysia dan Jaringan Jurnalis SiagaBencana (JJSB) di Parai Hotel dan Resort Bukittinggi, siang kemarin.

"Untuk itu, butuh sebuah patron atau grand design peliputan yang harus disiapkan," ujar Koordinator JJSB, John Nedy Kambang.

JJSB merupakan kumpulan jurnalis Kota Padang yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Diawal pembentukan Jejaring ini, jurnalis yang tergabung dalam JJSB telah sepakat untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana khususnya di Kota Padang. Komitmen bersama yang dimiliki oleh JJSB tersebut merupakan salah satu kunci untuk dilibatkan dalam pengurangan risiko bencana.

Keterlibatan JJSB dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang terlihat dalam memberikan informasi terfokus ke seluruh unsur masyarakat tentang kesiapsiagaan melalui radio siaga FM dan newsletter bulanan.

"Selain itu, JJSB dapat melakukan monitoring terkait upaya-upaya pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan pemerintah Kota Padang," ujar John.

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas dari JJSB sendiri perlu dilakukan kesepakatan bersama jurnalis dalam merumuskan dan merangcang sebuah grand design pedoman peliputan di daerah bencana. Hal ini dirasakan perlu karena saat ini belum ada guidelines (panduan khusus) yang disepakati untuk digunakan oleh jurnalis dalam melakukan peliputan berita di daerah bencana.

 

Radio Siaga Bencana FM Mulai On-Air

http://bnpb.go.id/irw/cetaksiapsiaga.asp?id=8

Tanggal :01/07/2010
Sumber :bnpb.go.id

Siaran Radio Siaga Bencana FM, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengudara (on-air) melalui frekwensi 107,5 MHz dan juga disiarkan ke dunia internasional melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls. Siaran radio ini mulai diuji coba sejak 28 Juni, selain melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls untuk on-line, kata Koordinator Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) Indonesia, John Nedy Kambang, kepada ANTARA di Padang, Kamis (1/7).

Radio Siaga Bencana FM dikelola JJSB Indonesia itu didirikan atas kerjasama dengan lembaga bantuan kemanusiaan internasional Trocaire Irlandia dan Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Indonesia.

Radio ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga Kota Padang terhadap ancaman bencana tsunami, sekaligus wadah pendidikan kebencanaan bagi masyarakat pesisir pantai Barat, Sumbar yang merupakan daerah paling beresiko Tsunami di dunia.

Pendirian radio ini, menurut dia, dilakukan setelah mengkaji hasil penelitian sejumlah lembaga internasional yang menyebutkan, Padang merupakan daerah paling rawan gempa dan tsunami di dunia, dimana sekitar 400 ribu warga di daerah ini bermukim di kawasan paling berbahaya (red zone) pada pesisir pantai.

";Keberadaan radio ini merupakan bagian dari upaya mensinkronkan berbagai usaha penanggulangan bencana, khususnya gempa dan tsumani di wilayah pesisir pantai Barat Padang. Radio ini juga akan memperkuat lembaga pendidikan formal dalam penanggulangan gempa dan tsunami di Sumatra Barat,"; tambahnya.

Selain itu, radio ini dibangun terintegrasi dengan sistim penyebaran informasi peringatan dini yang digunakan pemerintah daerah tersebut.

Peningkatan pengetahuan ini dipercaya bisa memacu perubahan persepsi masyarakat terhadap resiko bencana sebagai langkah awal transisi menuju budaya siaga bencana di kota berpenduduk lebih dari 800 ribu ini.

Padang dan Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah paling rawan bencana dan terakhir terjadi gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor pada 30 September 2009 yang menyebabkan 1.195 korban tewas dan lebih 200.000 unit bangunan rusak dengan kerugian materiil lebih dari Rp21 triliun.

Sementara itu, Station Manager Radio Siaga FM, Robby Cahyadi, menjelaskan, uji coba ini terutama untuk mengetahui modulasi siaran dan penerimaan siaran di masyarakat khususnya untuk wilayah pesisir pantai yang rawan tsunami.

Dari laporan diketahui, audio siaran radio ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat para radius dua kilometer persegi dari pemancar radio uang berlokasi di kawasan GOR H Agus Salim.

";Sedangkan siaran melalui situs web telah cukup banyak dikunjungi pemirsa di http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls

Ia mengatakan, materi siaran dalam uji coba ini lebih banyak berisi lagu dan talk show kebencanaan menghadirkan pihak-pihak terkait, sekaligus memperkenalkan radio ini ke masyarakat Padang dan dunia internasional baik di dalam maupun di luar negeri,"; tambahnya.

JJSB Terbitkan Koran Siaga Bencana

Padang (ANTARA News) – Jaringan Jurnalis Siaga Bencana () menerbitkan media Koran Siaga Bencana sebagai satu program kerja untuk mengkampanyekan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dan menanggulangi bencana.
Koran dengan tema Untuk Pendidikan Kebencanaan ini akan disebarluaskan kepada masyarakat di Sumatera Barat secara gratis dan dijadwalkan edisi pertamanya pada 18 , kata Koordinator , John Nedy Kambang, kepada ANTARA News di Padang, Kamis.
Pada tahap awal “Koran Siaga Bencana” akan terbit dengan edisi bulan dan penerbitannya dilakukan dengan dukungan kerjasama dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional, Mercy Malaysia, dan LSM Komunitas Siaga Tsunami () .
Ia menyebutkan, pada edisi awal , Koran Siaga Bencana diterbitkan tiga tibu eksemplar dan akan didistribusikan secara gratis kepada masyarakat khususnya yang tinggal atau beraktifitas di daerah rawan bencana tsunami dan , kelangan pemerintahan dan pihak-pihak terkait dengan kebencanaan di Sumbar.
Topik utama pada edisi pertama media yang terbit dengan 16 halaman ini adalah, mengangkat kesiapan dan kesiagaan masyarakat serta pihak terkait di Sumbar terhadap bencana dan tsunami.
Dalam topik koran akan mengupas pendapat para ahli kegempaaan dan geologi terhadap potensi bencana dan tsunami di Sumbar dan berbagai upaya yang bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah serta pihak terkait untuk lebih siap siaga menghadapi dan menanggulangi jika bencana itu terjadi.
Akan dipaparkan berbagai upaya yang harus dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk ditampilkan peta-peta jalur evakuasi bagi masyarakat di Kota Padang untuk menyelamatkan diri apabila terjadi diikuti tsunami, kata Kambang.
Koran ini juga menampilkan sejumlah kegiatan dari berbagai pihak, termasuk LSM dan NGO internasional dalam membantu tahapan tanggap darurat, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi Sumbar, pascagempa 7,9 SR yang terjadi 30 September 2010.
Karena koran ini bertema siaga bencana, tentu berita, artikel, photo dan desain grafisnya akan mengangkat isu-isu seputar kebencanaan dan upaya-upaya kesiagaan menghadapi bencana.
berharap kehadiran koran gratis ini dapat membantu upaya-upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Sumbar dalam menghadapi bencana dan menjadi media pendidikan pada budaya siaga bencana, tambahnya.



Sebelumnya, telah mendirikan Radio Siaga Bencana yang dipancarluaskan melalui gelombang 107,5 FM, sejak Juni 2010 dengan materi siaran juga didominasi pendidikan terkait kesiagaan bencana disamping program hiburan. (T.H014/P003)

Source: AntaraNews.com – Peristiwahttp://arsipberita.com/show/jjsb-indonesia-terbitkan-koran-siaga-bencana-100050.html

JJSB Desak Sumbar buat Peta Bencana Daerah

PADANG--MI: Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) Indonesia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan kabupaten/kota se-Sumbar membuat peta wilayah berpotensi bencana, mengingat daerah ini rawan gempa dan tsunami.

Peta itu akan menjadi acuan dalam menentukan wilayah yang menjadi sasaran berbagai upaya penanggulangan bencana, khususnya gempa dan tsunami, kata Koordinator JJSB Indonesia, John Nedy Kambang, di Padang, Sabtu (17/7).

Menurut dia, peta ini sebagai tindak lanjut di tingkat daerah terhadap peta gempa Indonesia terbaru yang telah dipresentasikan tim nasional peta gempa Indonesia yang beranggotakan sembilan pakar gempa seluruh Indonesia (Tim 9).

Sumbar termasuk daerah yang rawan gempa dan tsunami maka, suatu keniscayaan bila pemerintah daerah di sini menindaklanjuti peta nasional itu. Karena itu, perlu langkah cepat Pemprov Sumbar dan pihak terkait untuk menindaklanjutinya dengan membuat peta gempa daerah ini, katanya yang didampingi anggota Bidang Program JJSB Indonesia, Rino Zulyadi.

Dengan adanya peta tersebut di tingkat Sumbar, maka akan bisa diketahui lokasi paling rawan atas bencana tersebut sehingga upaya penanggulangannya dapat lebih fokus di wilayah-wilayah merah (paling berbahaya, red.).

Peta gempa daerah ini merupakan salah satu upaya membantu penanggulangan bencana gempa dan tsunami di pesisir pantai Sumbar yang merupakan kawasan paling berisiko terhadap bencana gelombang tsunami.

Berdasarkan data Kogami sebuah lembaga yang selama ini berkosentrasi dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana sebanyak 534.878 orang terdata bermukim pada zona merah tsunami di daerah itu.

Warga tersebut bermukim di zona merah tsunami di kawasan pesisir, seperti di Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai.

Warga yang bermukim di zona merah tsunami itu terbesar di Kota Padang mencapai 380.402 orang, kemudian Pesisir Selatan (36.980), Pasaman Barat (29.649), Pariaman (25.029), Padang Pariaman (24.861), Agam (20.644), dan Kepulauan Mentawai (17.313).

Sumbar merupakan daerah dengan risiko dan potensi tsunami tinggi, berdasarkan sejarah dan hasil penelitian para ahli. Berdasarkan penelitian itu, bencana gelombang tsunami menghantam Pulau Sumatera setiap 200 tahun, dan Sumbar mempunyai potensi risiko tinggi jika musibah itu terjadi.

Peneliti itu antara lain dilakukan Prof. Kerry Sieh dan Dr. Danny Natawidjaya. Diungkapkan oleh peneliti itu bahwa Sumbar, terutama Kota Padang, dalam sejarah telah dua kali dilanda gelombang tsunami, yakni pada tahun 1604 dan 1833. Disebutkan di dalam majalah National Geographic Indonesia Edisi I bahwa Padang berisiko tertinggi di dunia jika terjadi tsunami ditinjau dari jumlah penduduk yang berada di pesisir pantai.

Tingginya risiko itu disebabkan letak geografis daerah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan dilalui lempeng Indo Australia-Eurasia yang aktif bergerak 4-6 cm per tahun. Pergerakan lempeng itu jika bertumbukan atau mengalami patahan dapat
memicu terjadinya gempa bumi yang berpotensi tsunami.(Ant/rn/X-11)