Kamis, 17 Februari 2011

Radio Siaga Bencana FM Mulai On-Air

http://bnpb.go.id/irw/cetaksiapsiaga.asp?id=8

Tanggal :01/07/2010
Sumber :bnpb.go.id

Siaran Radio Siaga Bencana FM, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai mengudara (on-air) melalui frekwensi 107,5 MHz dan juga disiarkan ke dunia internasional melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls. Siaran radio ini mulai diuji coba sejak 28 Juni, selain melalui situs http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls untuk on-line, kata Koordinator Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) Indonesia, John Nedy Kambang, kepada ANTARA di Padang, Kamis (1/7).

Radio Siaga Bencana FM dikelola JJSB Indonesia itu didirikan atas kerjasama dengan lembaga bantuan kemanusiaan internasional Trocaire Irlandia dan Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Indonesia.

Radio ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga Kota Padang terhadap ancaman bencana tsunami, sekaligus wadah pendidikan kebencanaan bagi masyarakat pesisir pantai Barat, Sumbar yang merupakan daerah paling beresiko Tsunami di dunia.

Pendirian radio ini, menurut dia, dilakukan setelah mengkaji hasil penelitian sejumlah lembaga internasional yang menyebutkan, Padang merupakan daerah paling rawan gempa dan tsunami di dunia, dimana sekitar 400 ribu warga di daerah ini bermukim di kawasan paling berbahaya (red zone) pada pesisir pantai.

";Keberadaan radio ini merupakan bagian dari upaya mensinkronkan berbagai usaha penanggulangan bencana, khususnya gempa dan tsumani di wilayah pesisir pantai Barat Padang. Radio ini juga akan memperkuat lembaga pendidikan formal dalam penanggulangan gempa dan tsunami di Sumatra Barat,"; tambahnya.

Selain itu, radio ini dibangun terintegrasi dengan sistim penyebaran informasi peringatan dini yang digunakan pemerintah daerah tersebut.

Peningkatan pengetahuan ini dipercaya bisa memacu perubahan persepsi masyarakat terhadap resiko bencana sebagai langkah awal transisi menuju budaya siaga bencana di kota berpenduduk lebih dari 800 ribu ini.

Padang dan Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah paling rawan bencana dan terakhir terjadi gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor pada 30 September 2009 yang menyebabkan 1.195 korban tewas dan lebih 200.000 unit bangunan rusak dengan kerugian materiil lebih dari Rp21 triliun.

Sementara itu, Station Manager Radio Siaga FM, Robby Cahyadi, menjelaskan, uji coba ini terutama untuk mengetahui modulasi siaran dan penerimaan siaran di masyarakat khususnya untuk wilayah pesisir pantai yang rawan tsunami.

Dari laporan diketahui, audio siaran radio ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat para radius dua kilometer persegi dari pemancar radio uang berlokasi di kawasan GOR H Agus Salim.

";Sedangkan siaran melalui situs web telah cukup banyak dikunjungi pemirsa di http://www.s6.myradiostream.com/15226.pls

Ia mengatakan, materi siaran dalam uji coba ini lebih banyak berisi lagu dan talk show kebencanaan menghadirkan pihak-pihak terkait, sekaligus memperkenalkan radio ini ke masyarakat Padang dan dunia internasional baik di dalam maupun di luar negeri,"; tambahnya.

0 komentar:

Posting Komentar